Namanya memang mie kopyok, tapi apakah cara membuatnya dengan dikopyok (dikocok)? ah…tentu saja tidak. Hanya saja, kalo diperhatikan, penjual mie kopyok biasanya memasukan kuah-nya ke dalam botol, sehingga untuk membumbui mienya dengan kuah, botol tersebut harus dikopyok (dikocok). Setidaknya itu definisi menurut saya sih
Ini adalah salah satu makanan khas Semarang. Beda daerah mungkin akan beda nama pula. Dulu Ibu saya sering menyebutnya “mie kere”. Kenapa? Karena mie ini tidak ada dagingnya. Iya, betul. Dalam mie kopyok ini kita tidak akan menemukan daging apapun. Anda akan menemukan didalam mie kopyok ini hanya ada tahu, kecambah, karak *krupuk gendar khas Solo* dan mie. Nah kalo Anda sedang kelaparan, ada akan menambahkan lontong didalamnya.
Di Semarang sendiri, ada penjual Mie Kopyok yang paling terkenal. Namanya Pak Dhuwur. Anda bisa menemui warung mie kopyok ini di Jalan Tunjung. Berdekatan dengan kantor PLN. Apa yang menjadikannya istimewa. Tentu saja rasanya. Padahal untuk membuat mie kopyok sendiri ngga susah loh. Bahannya pun simpel dan mudah didapat.
Bahan :
- Mie telur yang sudah di rebus, atau mie basah lainnya.
- Lontong
- Tahu pong, potong2
- Taoge yang besar-besar, diseduh dengan air panas.
- Kerupuk Karak (kerupuk gendar)
- Daun seledri, Bawang goreng
- Kecap
Bahan kuah :
- Bawang putih, haluskan
- Gula merah
- Garam
- Kecap
- Air secukupnya
Cara membuat :
1. Rebus semua bahan kuah hingga mendidih. Sisihkan.
2. Tata didalam piring, lontong, mie, taoge, tahu. Siram dengan kuah panas. Taburi dengan bawang goreng dan daun seledri yang telah diiris tipis. Tuang sedikit kecap diatasnya. Sajikan dengan kerupuk karak yang sedikit diremas. Jika suka pedas, bisa disajikan dengan cabe yg sudah direbus.
Menu yang sederhana dan murah. Lebih mantap lagi kalo rasa bawang kuat. Jadi lebih mantep
Silahkan dicoba resep Mie Kopyok kali ini.